Kamis, 10 Agustus 2017

RANGKAIAN LISTRIK PERCOBAAN 4 HUKUM OHM


LAPORAN PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK
PERCOBAAN 4
HUKUM OHM



Disusun Oleh :

Nama : Amastuti Kismia Sasanti
NIM : 3.33.16.1.03
Kelas : TK – 1B
Nama Dosen : Sri Anggraeni K., S.T., M.Eng.
Tanggal penyerahan : 21 Maret 2017


D3 TEKNIK TELEKOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2017



PERCOBAAN 4
HUKUM OHM

4.1. Tujuan Percobaan

Setelah melaksanakan mahasiswa dapat :
1. Merangkai percobaan hukum Ohm.
2. Melakukan pengukuran arus dan tegangan pada percobaan hukum Ohm.
3. Menguji kebenaran hukum Ohm melalui pengukuran.
4. Menggambar grafik V=f(R) pada arus tetap.
5. Menggambar grafik I=f(R) pada tegangan tetap.
6. Menggambar grafik V=f(I) pada resistor tetap.

4.2. Daftar Alat dan Komponen yang Digunakan

1. Multimeter analog 1 buah
2. Multimeter digital 1 buah
3. Catu daya 0-40 Volt/DC 1 buah
4. Resistor 100Ω 1 buah
5. Resistor 470Ω 1 buah
6. Resistor 1 kΩ 1 buah
7. Resistor 3k3Ω 1 buah
8. Breadboard 1 buah
9. Kabel penghubung secukupnya

4.3. Landasan Teori

Hukum Ohm merupakan hukum dasar dari ilmu listrik yang sangat berguna untuk menyelesaikan berbagai masalah rangkaian listrik. Hukum Ohm menyatakan bahwa besarnya arus yang mengalir pada rangkaian tertutup berbanding lurus terhadap tegangan catu dan berbanding terbalik terhadap resistor didalam rangkaian yang bersangkutan. Arus akan mengalir dari potensial yang lebih tinggi ke potensial yang lebih rendah.
Hukum Ohm dapat dinyatakan seperti persamaan berikut :
R = V/I (Ω)
Keterangan :
R = nilai Resistor (Ω)
V = Tegangan pada Resistor (Volt)
I = Arus yang mengalir pada Resistor (Ampere)

4.4. Langkah Percobaan

1. Susunlah rangkaian pengukuran seperti gambar 1 dibawah, pastikan kedudukan multimeter sudah benar.
2. Aturlah catu daya Vs = 2 V, ukur arus dan tegangan pada resistor, catat dan masukan ke tabel 4.1.
3. Ulangi langkah 2, untuk Vs= 4 V, dilanjutkan pada Vs= 6 V, Vs= 8 V,dan Vs= 10 V.
4. Ulangi langkah 2 dengan mengukur tegangan pada masing-masing resistor dan pada arus I = 2 mA, catat batas pengukuran arus dan tegangan pada resistor dan catat pada tabel 4.2.
5. Ulangi langkah 4, untuk arus I= 4 mA, dan dilanjutkan dengan arus I= 6 mA.

4.5. Rangkaian


4.6. Hasil Percobaan




4.7. Pembahasan









1. Gambarkanlah grafik fungsi tegangan (V) terhadap resistor (R) , V=f(R) pada arus konstan (tetap)!

2. Gambarkanlah grafik fungsi arus (I) terhadap resistor (R) , I=f(R) pada tegangan konstan (tetap) dari percobaan yang anda lakukan!

3. Gambarkanlah grafik fungsi tegangan (V) terhadap arus (I) , V=f(I) pada hambatan konstan (tetap)!




4.8. Kesimpulan



Jumat, 04 Agustus 2017

PROYEK TRANDUSER DAN KOMPONEN ELEKTRONIKA_MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN




LAPORAN PROYEK TRANDUSER DAN KOMPONEN ELEKTRONIKA 



MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN PADA RUANG SERVER MENGGUNAKAN SENSOR DHT 11 DAN ARDUINO NANO 



Disusun Oleh: 

      Alifia Rizkananda                 NIM 3.33.16.1.02   2016 
      Amastuti Kismia Sasanti      NIM 3.33.16.1.03  2016 
      Muhammad Robby               NIM  3.33.16.1.16  2016 



POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 
SEMARANG 

2017



ABSTRAK 


Suhu merupakan salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap kinerja perangkat keras khususnya yang berada di dalam ruang server. Permasalahannya suhu didalam ruang server harus dalam keadaan tetap dengan range yang telah ditentukan. Dari gambaran permasalahan ini, penulis menemukan ide untuk membuat alat yang dapat merekam kondisi suhu didalam ruang server dan dapat memberikan signal peringatan apabila didapat suhu yang meningkat melebihi normal. Seorang Administrator akan selalu memonitoring keadaan suhu didalam ruang server agar tercipta kondisi ruangan yang kondusif. Harapan dengan terciptanya alat pengukur temperatur suhu dan kelembaban untuk peringatan pada ruang server ini mampu membantu khususnya seorang administrator dalam memonitor suhu di dalam ruang server. 

Kata kunci : Arduino Nano, microcontroller, Sensor Suhu



DAFTAR ISI 


HALAMAN JUDUL
ABSTRAK
DAFTAR ISI . 
BAB I PENDAHULUAN 
            1.1 JUDUL PROYEK
            1.2 LATAR BELAKANG MASALAH 
            1.3 RUMUSAN MASALAH
            1.4 LUARAN YANG DIHARAPKAN
            1.5 TUJUAN PROYEK
            1.6 MANFAAT PROYEK
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III METODE PELAKSANAAN
            3.1 ALAT DAN BAHAN 
            3.2 CARA KERJA
            3.3 DIAGRAM FLOWCART
BAB IV PENGUJIAN DAN HASIL
            4.1 HASIL PENGUJIAN
BAB V PENUTUP
            5.1 KESIMPULAN
            5.2 SARAN
            5.3 PENGEMBANGAN APLIKASI
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN




BAB 1 PENDAHULUAN 


1.1 JUDUL PROGRAM 

MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN PADA RUANG SERVER MENGGUNAKAN SENSOR DHT 11 DAN ARDUINO NANO 

1.2 LATAR BELAKANG 

Suhu merupakan salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap kinerja perangkat keras khususnya yang berada didalam ruang server. Dimana dalam ruang server terdapat banyak sekali perangkat jaringan infrastruktur maupun computer server yang menjadi bagian yang paling central untuk menampung data-data besar suatu perusahaan. Salah satu dampak yang sangat berpengaruh dalam ruang server apabila adanya kenaikan suhu diatas normal salah satunya adalah pada aktivitas jaringan komputer yang lambat dikarenakan kurang optimalnya kinerja pada perangkat keras ataupun error sistem pada komputer server karena terlalu panas (overheat). Dari permasalahan diatas, untuk itu diperlukan suatu perangkat yang berfungsi untuk memonitor suhu dan tingkat kelembaban, sehingga membantu para Administrator ruang server untuk selalu mengetahui, memantau dan menjaga stabilitas ruangan agar tercipta kondisi aman dan terkendali. 

1.3 RUMUSAN MASALAH 

1. Bagaimana merancang alat monitoring suhu dan kelembaban pada ruang server. 
2. Bagaimana membuat alat monitoring suhu dan kelembaban pada ruang server. 
3. Bagaimana mengkoneksikan dan memprogram mikrokontroller arduino nano, OLED LCD, DHT  11, dan buzzer menjadi sebuah sistem monitoring suhu dan kelembaban pada ruang server. 

1.4 LUARAN YANG DIHARAPKAN 

1. Membuat alat monitoring suhu dan kelembaban pada ruang server yang mudah digunakan. 
2. Menjaga kondisi ruang server agar dalam kondisi yang normal dengan alat yang dibuat.

1.5 TUJUAN PROYEK

1. Menghasilkan alat monitoring suhu dan kelembaban pada ruang server.
2. Membuat notifikasi keadaan tidak normal suhu pada ruang server.
3. Menghasilkan alat yang dapat memonitor suhu secara realtime pada ruang server.

1.6 MANFAAT PROYEK

1. Memudahkan proses monitoring suhu pada ruang server.
2. Memberikan notifikasi jika terjadi keadaan tidak normal suhu pada ruang server.
3. Memudahkan pendataan dalam perawatan ruang server.



BAB II TINJAUAN PUSTAKA 


2.1 ARDUINO NANO 

Arduino Nano adalah papan pengembangan (development board) mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P dengan bentuk yang sangat mungil. Secara fungsi tidak ada bedanya dengan Arduino Uno. Perbedaan utama terletak pada ketiadaan jack power DC dan penggunaan konektor Mini-B USB. Disebut sebagai papan pengembangan karena board ini memang berfungsi sebagai arena prototyping sirkuit mikrokontroller. Dengan menggunakan papan pengembangan, anda akan lebih mudah merangkai rangkaian elektronika mikrokontroller dibanding jika anda memulai merakit ATMega328 dari awal di breadboard.

2.2 DHT 11 

DHT11 adalah sensor digital yang dapat mengukur suhu dan kelembaban udara di sekitarnya. Sensor ini sangat mudah digunakan bersama dengan Arduino. Memiliki tingkat stabilitas yang sangat baik serta fitur kalibrasi yang sangat akurat. Koefisien kalibrasi disimpan dalam OTP program memory, sehingga ketika internal sensor mendeteksi sesuatu, maka module ini menyertakan koefisien tersebut dalam kalkulasinya. DHT11 termasuk sensor yang memiliki kualitas terbaik, dinilai dari respon, pembacaan data yang cepat, dan kemampuan anti-interference. Ukurannya yang kecil, dan dengan transmisi sinyal hingga 20 meter, membuat produk ini cocok digunakan untuk banyak aplikasiaplikasi pengukuran suhu dan kelembaban.
Gambar 2. DHT 11 

2.3 OLED LCD 

LCD Oled Display merupakan salah satu pilhan untuk media display out atau penampil data pada Arduino ataupun Microcontroller Unit (MCU) lainnya. Bahan dasar dari module ini yaitu dengan material dasar Organic Led. Kelebihan dari display ini yaitu kontras pixelnya yang sangat tajam serta tidak memerlukan cahaya backlight tambahan yang membuat konsumsi dayanya menjadi hemat dalam rangkaian. Untuk kekurangan dari display jenis ini yaitu dari segi ukuran yang relatif lebih kecil dibanding dengan LCD TFT ataupun LCD Graphic, yang pada umumnya masih menggunakan single color (MonoChrome). Walaupun begitu, ada beberapa jenis yang sudah multicolour RGB yang tentunya berbanding lurus dengan harga yang ditawarkan dipasaran atau kata lainnya lebih mahal. LCD Oled display yang berada dipasarkan memiliki antarmuka i2c dalam hal konektivitas dengan Arduino, yang sebelumnya menggunakan antarmuka SPI. Sehingga memudahkan dalam hal penggabungan dengan module lainnya dan dapat menghemat penggunaan pin I/O (Input Output), dikarenakan pemasangannya di paralel serta hanya mendeklarasikan alamat tiap module i2c. Contoh penggabungannya yaitu diakses bareng dengan module i2c RTC DS1302. 

2.4 BUZZER 5V 

Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan loud speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm).

Gambar 4, Buzzer 5V 




BAB III METODE PELAKSANAAN 


3.1 ALAT DAN BAHAN 

1. Arduino Nano 
2. DHT 11 
3. OLED LCD 
4. BUZZER 
5. Battery 9V 
6. IC 7805 
7. Kabel Jumper 
8. Resistor 330Ω 
9. Project Board 

3.2 CARA KERJA

Alat memiliki sistem monitoring ruang server ini, menggunakan sensor DHT-11 dengan mengubah dari suhu ruang dan kelembaban udara menjadi besaran tegangan. Kemudian dari output dari DHT 11 itu dijadikan input mikrokontroller Arduino Nano. Mikrokontroller ini memproses data yang kemudian ditampilkan pada OLED LCD. Dan ketika suhu ruang server berada di atas batas maksimum suhu yang telah diset, maka buzzer akan berbunyi sebagai indikator bahwa keadaan ruang server dalam suhu overheat/ tidak normal.

3.3 DIAGRAM FLOWCART 




BAB IV PENGUJIAN DAN HASIL 


4.1 HASIL PENGUJIAN 

Tampilan awal OLED “Polines 2017”


Pengujian I



Pengujian II



Suhu dan kelembaban berbanding terbalik, jika suhu tinggi maka kelembabannya rendah sedangkan jika suhu rendah maka kelembabanya tinggi. 

Di program yang sudah diatur di arduino diberikan batas maksimal suhu 31’C, apabila suhu diatas 31’C maka indikator berupa buzzer akan berbunyi. 

Pada proyek kali ini diatur suhu maksimum 31’C karena kami melakukan pengujian di ruangan biasa bukan ruangan server. 
Apabila di letakkan di ruang server, program di arduino bisa disesuaikan dengan standar suhu dan kelembaban ruang server sebagai berikut : 




BAB V PENUTUP 


5.1 KESIMPULAN 

Alat ini dapat digunakan sebagai monitor suhu ruang server dengan tampilan OLED. Ketika suhu ruang berada diatas nilai set point yang telah ditentukan, maka indikator berupa buzzer akan berbunyi. 

5.2 SARAN 

Sebaiknya penggunaan sensor lebih dari satu agar hasil yang didapatkan lebih valid. Penggunaan catu daya menggunakan adaptor dan catu daya cadangan jika terjadi listrik PLN padam. 

5.3 PENGEMBANGAN APLIKASI 

Kedepannya dapat menggunakan NodeMCU ataupun Wemos sebagai microcontroller yang memiliki fasilitas Wi-fi. Sehingga hasil dari penunjukan suhu dan kelembaban yang ada di dalam ruang dapat terintegrasi dengan internet agar mempermudah pengguna. Dan ditambah dengan driver untuk kontrol pendingin udara yang terintegrasi pada microcontroller. Sehingga alat ini tidak hanya sebagai monitoring suhu, tetapi juga kontrol suhu pada ruang server.




DAFTAR PUSTAKA 


http://www.ngarep.net/tutorial-arduino-mengakses-lcd-oled-display/
https://www.google.co.id/search?q=buzzer+5v+adalah&oq=buzzer+5v+adala h&sourceid=chrome&ie=UTF-8 
https://www.google.co.id/search?q=cara+kerja+dht11&oq=cara+kerja+dht11 &sourceid=chrome&ie=UTF-8 
http://isadorarahmawati.blogspot.com/2014/07/sensor-kelembaban.html http://www.kelasrobot.com/2016/08/cara-mudah-program-sensor-suhu-dankelembaban-DHT11-dengan-Arduino.html 
http://saptaji.com/2016/08/10/mengukur-suhu-dan-kelembaban-udaradengan-sensor-dht11-dan-arduino/




LAMPIRAN

Program pada Arduino Nano