LAPORAN PROYEK TRANDUSER DAN KOMPONEN ELEKTRONIKA
MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN PADA RUANG SERVER
MENGGUNAKAN SENSOR DHT 11 DAN ARDUINO NANO
Disusun Oleh:
Alifia Rizkananda NIM 3.33.16.1.02 2016
Amastuti Kismia Sasanti NIM 3.33.16.1.03 2016
Muhammad Robby NIM 3.33.16.1.16 2016
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2017
ABSTRAK
Suhu merupakan salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap kinerja
perangkat keras khususnya yang berada di dalam ruang server.
Permasalahannya suhu didalam ruang server harus dalam keadaan tetap
dengan range yang telah ditentukan. Dari gambaran permasalahan ini,
penulis menemukan ide untuk membuat alat yang dapat merekam kondisi
suhu didalam ruang server dan dapat memberikan signal peringatan apabila
didapat suhu yang meningkat melebihi normal. Seorang Administrator akan
selalu memonitoring keadaan suhu didalam ruang server agar tercipta
kondisi ruangan yang kondusif. Harapan dengan terciptanya alat pengukur
temperatur suhu dan kelembaban untuk peringatan pada ruang server ini
mampu membantu khususnya seorang administrator dalam memonitor suhu di
dalam ruang server.
Kata kunci : Arduino Nano, microcontroller, Sensor Suhu
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
ABSTRAK
DAFTAR ISI .
BAB I PENDAHULUAN
1.1 JUDUL PROYEK
1.2 LATAR BELAKANG MASALAH
1.3 RUMUSAN MASALAH
1.4 LUARAN YANG DIHARAPKAN
1.5 TUJUAN PROYEK
1.6 MANFAAT PROYEK
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III METODE PELAKSANAAN
3.1 ALAT DAN BAHAN
3.2 CARA KERJA
3.3 DIAGRAM FLOWCART
BAB IV PENGUJIAN DAN HASIL
4.1 HASIL PENGUJIAN
BAB V PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
5.2 SARAN
5.3 PENGEMBANGAN APLIKASI
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 JUDUL PROGRAM
MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN PADA RUANG SERVER
MENGGUNAKAN SENSOR DHT 11 DAN ARDUINO NANO
1.2 LATAR BELAKANG
Suhu merupakan salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap kinerja perangkat keras
khususnya yang berada didalam ruang server. Dimana dalam ruang server terdapat banyak
sekali perangkat jaringan infrastruktur maupun computer server yang menjadi bagian yang
paling central untuk menampung data-data besar suatu perusahaan. Salah satu dampak yang
sangat berpengaruh dalam ruang server apabila adanya kenaikan suhu diatas normal salah
satunya adalah pada aktivitas jaringan komputer yang lambat dikarenakan kurang
optimalnya kinerja pada perangkat keras ataupun error sistem pada komputer server karena
terlalu panas (overheat). Dari permasalahan diatas, untuk itu diperlukan suatu perangkat yang
berfungsi untuk memonitor suhu dan tingkat kelembaban, sehingga membantu para
Administrator ruang server untuk selalu mengetahui, memantau dan menjaga stabilitas
ruangan agar tercipta kondisi aman dan terkendali.
1.3 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana merancang alat monitoring suhu dan kelembaban pada ruang server.
2. Bagaimana membuat alat monitoring suhu dan kelembaban pada ruang server.
3. Bagaimana mengkoneksikan dan memprogram mikrokontroller arduino nano, OLED
LCD, DHT 11, dan buzzer menjadi sebuah sistem monitoring suhu dan kelembaban pada
ruang server.
1.4 LUARAN YANG DIHARAPKAN
1. Membuat alat monitoring suhu dan kelembaban pada ruang server yang mudah
digunakan.
2. Menjaga kondisi ruang server agar dalam kondisi yang normal dengan alat yang dibuat.
1.5 TUJUAN PROYEK
1. Menghasilkan alat monitoring suhu dan kelembaban pada ruang server.
2. Membuat notifikasi keadaan tidak normal suhu pada ruang server.
3. Menghasilkan alat yang dapat memonitor suhu secara realtime pada ruang server.
1.6 MANFAAT PROYEK
1. Memudahkan proses monitoring suhu pada ruang server.
2. Memberikan notifikasi jika terjadi keadaan tidak normal suhu pada ruang server.
3. Memudahkan pendataan dalam perawatan ruang server.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 ARDUINO NANO
Arduino Nano adalah papan pengembangan (development board) mikrokontroler yang
berbasis chip ATmega328P dengan bentuk yang sangat mungil. Secara fungsi tidak ada
bedanya dengan Arduino Uno. Perbedaan utama terletak pada ketiadaan jack power DC dan
penggunaan konektor Mini-B USB. Disebut sebagai papan pengembangan karena board ini
memang berfungsi sebagai arena prototyping sirkuit mikrokontroller. Dengan menggunakan
papan pengembangan, anda akan lebih mudah merangkai rangkaian elektronika
mikrokontroller dibanding jika anda memulai merakit ATMega328 dari awal di breadboard.
2.2 DHT 11
DHT11 adalah sensor digital yang dapat mengukur suhu dan kelembaban udara di
sekitarnya. Sensor ini sangat mudah digunakan bersama dengan Arduino. Memiliki tingkat
stabilitas yang sangat baik serta fitur kalibrasi yang sangat akurat. Koefisien kalibrasi
disimpan dalam OTP program memory, sehingga ketika internal sensor mendeteksi sesuatu,
maka module ini menyertakan koefisien tersebut dalam kalkulasinya.
DHT11 termasuk sensor yang memiliki kualitas terbaik, dinilai dari respon, pembacaan data
yang cepat, dan kemampuan anti-interference. Ukurannya yang kecil, dan dengan transmisi
sinyal hingga 20 meter, membuat produk ini cocok digunakan untuk banyak aplikasiaplikasi
pengukuran suhu dan kelembaban.
Gambar 2. DHT 11
2.3 OLED LCD
LCD Oled Display merupakan salah satu pilhan untuk media display out atau penampil data
pada Arduino ataupun Microcontroller Unit (MCU) lainnya. Bahan dasar dari module ini
yaitu dengan material dasar Organic Led. Kelebihan dari display ini yaitu kontras pixelnya
yang sangat tajam serta tidak memerlukan cahaya backlight tambahan yang membuat
konsumsi dayanya menjadi hemat dalam rangkaian. Untuk kekurangan dari display jenis ini
yaitu dari segi ukuran yang relatif lebih kecil dibanding dengan LCD TFT ataupun LCD
Graphic, yang pada umumnya masih menggunakan single color (MonoChrome). Walaupun
begitu, ada beberapa jenis yang sudah multicolour RGB yang tentunya berbanding lurus
dengan harga yang ditawarkan dipasaran atau kata lainnya lebih mahal.
LCD Oled display yang berada dipasarkan memiliki antarmuka i2c dalam hal konektivitas
dengan Arduino, yang sebelumnya menggunakan antarmuka SPI. Sehingga memudahkan
dalam hal penggabungan dengan module lainnya dan dapat menghemat penggunaan pin I/O
(Input Output), dikarenakan pemasangannya di paralel serta hanya mendeklarasikan alamat
tiap module i2c. Contoh penggabungannya yaitu diakses bareng dengan module i2c RTC
DS1302.

2.4 BUZZER 5V
Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan loud
speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan
kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi
akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya,
karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan
menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan
menghasilkan suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai
atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm).
Gambar 4, Buzzer 5V
BAB III METODE PELAKSANAAN
3.1 ALAT DAN BAHAN
1. Arduino Nano
2. DHT 11
3. OLED LCD
4. BUZZER
5. Battery 9V
6. IC 7805
7. Kabel Jumper
8. Resistor 330Ω
9. Project Board
3.2 CARA KERJA
Alat memiliki sistem monitoring ruang server ini, menggunakan sensor DHT-11 dengan
mengubah dari suhu ruang dan kelembaban udara menjadi besaran tegangan. Kemudian dari
output dari DHT 11 itu dijadikan input mikrokontroller Arduino Nano. Mikrokontroller ini
memproses data yang kemudian ditampilkan pada OLED LCD. Dan ketika suhu ruang server
berada di atas batas maksimum suhu yang telah diset, maka buzzer akan berbunyi sebagai
indikator bahwa keadaan ruang server dalam suhu overheat/ tidak normal.
3.3 DIAGRAM FLOWCART
BAB IV PENGUJIAN DAN HASIL
4.1 HASIL PENGUJIAN
Tampilan awal OLED “Polines 2017”
Pengujian I
Pengujian II
Suhu dan kelembaban berbanding terbalik, jika suhu tinggi maka kelembabannya
rendah sedangkan jika suhu rendah maka kelembabanya tinggi.
Di program yang sudah diatur di arduino diberikan batas maksimal suhu 31’C,
apabila suhu diatas 31’C maka indikator berupa buzzer akan berbunyi.
Pada proyek kali ini diatur suhu maksimum 31’C karena kami melakukan
pengujian di ruangan biasa bukan ruangan server.
Apabila di letakkan di ruang server, program di arduino bisa disesuaikan dengan
standar suhu dan kelembaban ruang server sebagai berikut :
BAB V PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Alat ini dapat digunakan sebagai monitor suhu ruang server dengan tampilan
OLED. Ketika suhu ruang berada diatas nilai set point yang telah ditentukan, maka
indikator berupa buzzer akan berbunyi.
5.2 SARAN
Sebaiknya penggunaan sensor lebih dari satu agar hasil yang didapatkan lebih valid. Penggunaan
catu daya menggunakan adaptor dan catu daya cadangan jika terjadi listrik PLN padam.
5.3 PENGEMBANGAN APLIKASI
Kedepannya dapat menggunakan NodeMCU ataupun Wemos sebagai
microcontroller yang memiliki fasilitas Wi-fi. Sehingga hasil dari penunjukan suhu
dan kelembaban yang ada di dalam ruang dapat terintegrasi dengan internet agar
mempermudah pengguna. Dan ditambah dengan driver untuk kontrol pendingin
udara yang terintegrasi pada microcontroller. Sehingga alat ini tidak hanya sebagai
monitoring suhu, tetapi juga kontrol suhu pada ruang server.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.ngarep.net/tutorial-arduino-mengakses-lcd-oled-display/
https://www.google.co.id/search?q=buzzer+5v+adalah&oq=buzzer+5v+adala
h&sourceid=chrome&ie=UTF-8
https://www.google.co.id/search?q=cara+kerja+dht11&oq=cara+kerja+dht11
&sourceid=chrome&ie=UTF-8
http://isadorarahmawati.blogspot.com/2014/07/sensor-kelembaban.html
http://www.kelasrobot.com/2016/08/cara-mudah-program-sensor-suhu-dankelembaban-DHT11-dengan-Arduino.html
http://saptaji.com/2016/08/10/mengukur-suhu-dan-kelembaban-udaradengan-sensor-dht11-dan-arduino/
LAMPIRAN
Program pada Arduino Nano